Tag Archives: UU No.23 Tahun 2007

PROMOSI DAN KOMUNIKASI K3L

PROMOSI & KOMUNIKASI K3L

safe

Promosi adalah suatu istilah yang digunakan yang bermakna peningkatan atau menaikkan hingga ke derajat tertentu. Promosi Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan berarti bagian proses menuju komunitas yang sehat dan selamat untuk meningkatkan produktifitas kerja. Sedangkan komunikasi bertujuan untuk mendapatkan dukungan dan melibatkan seluruh jajaran organisasi dari yang paling tinggi sampai dengan pelaksana.

Menurut David L Goetsch, pakar keselamatan kerja internasional, bahwa tujuan promosi keselamatan adalah untuk menetapkan karyawan fokus dalam melakukan pekerjaan mereka secara aman setiap hari. Salah satu kunci keberhasilan mempromosikan keselamatan adalah untuk melibatkan seluruh karyawan.

“The purpose of safety promotion is to keep employees focused on doing their work the safe way, every day”

“If you want employees to make a commitment, involve them from the start”

Perlu diingat bahwa promosi K3L bukan hanya berbentuk spanduk, banner atau rambu-rambu yang bertuliskan kata-kata. Promosi K3L dimulai dari menetapkan kebijakan, peraturan keselamatan dan hingga melibatkan peran serta karyawan di dalam segala bidang industri atau peran serta warga di dalam masyarakat. Kebijakan K3L dan peraturan K3L merupakan landasan utama untuk mengukur keseriusan suatu pimpinan organisasi dalam mewujudkan derajat K3L yang diharapakan.

Promosi dan komunikasi K3L dapat menjadi faktor motivator untuk menimbulkan kepuasan kerja. Hal ini terkait dengan teori motivasi kerja hygiene-motivasi dikembangkan oleh Herzberg bahwa faktor motivator dari pekerjaan adalah: (1) Tanggungjawab/responsibility; (2) Kemajuan/advancement; (3) Pekerjaan itu sendiri; (4) Capaian/achievement; (5) Pengakuan/recognition. Promosi dan komunikasi K3L yang regular akan memberikan kejelasan tanggungjawab karyawan ataupun masyarakat untuk menjaga Keselamatan dan Kesehatan mereka.

Dalam perjalanannya di masyarakat dan di segala industri bahwa promosi dan komunikasi K3L mengalami distorsi dalam pelaksanaannya. Apakah kontrol promosi dan komunikasi dapat digunakan sebagai pengganti kontrol perbaikan kondisi atau kontrol rekayasa / engginering? Berikut adalah salah satu contoh distorsi promosi dan komunikasi K3L:

Promosi & Komunikasi K3L menjadi sarana proteksi tanggung gugat. Ketika suatu kebijakan atau peraturan keselamatan yang ditetapkan tidak dipatuhi oleh mayoritas masyarakat ataupun karyawan, maka pemimpin organisasi memerlukan pembuktian tertulis dan visual dalam promosi dan komunikasi K3L untuk dijadikan sarana proteksi secara hukum acara perdata jika terjadi kejadian terburuk atau fatal diareanya. Karena dalam hukum acara perdata mengenal 5 macam alat bukti yang sah, yaitu (Pasal 164 Herzien Inlandsch Reglement
- “HIR”): Surat, Saksi, Persangkaan, Pengakuan, Sumpah (disebutkan juga dalam Pasal 1865 dan Pasal 1866 serta Pasal 1902 KUHPer). Distorsi ini terjadi diberbagai instansi negeri dan swasta, sebagai contoh yang paling mudah dilihat adalah masalah kronis pengamanan perlintasan kereta api di Nusantara:

Papan Peringatan, Kontrol Derajat Dasar

Papan Peringatan, Kontrol Derajat Dasar

Pemasalahan Kronis Perlintasan Kereta Api

Pemasalahan Kronis Perlintasan Kereta Api

Banyak perlintasan kereta api di indonesia yang tidak memenuhi kaidah UU No.23/2007 yang diisyaratkan karena faktor kepentingan ekonomi dan jalan pintas. Padahal secara Undang-Undang No.23/2007 pasal 199 yang menyatakan “Setiap orang yang berada di ruang manfaat jalan kereta api, menyeret barang di atas atau melintasi jalur kereta api tanpa hak, dan menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api yang dapat mengganggu perjalanan kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga)bulan atau denda paling banyak Rp15.000.000,00 (lima belasjuta rupiah)”. (red: fhutasoit)

Ref: